agastrigi

Banyak Jalan Menuju Roma

In Note to self on November 3, 2010 at 6:34 pm

Ini bukan hasil jepretan saya kok. Hehe, ini dia salah satu kebetulan saya setelah melancong ke Kota Kembang bersama Leonardo Da Vinci. Foto-foto ini adalah hasil jalan-jalan seorang backpacker yang juga berprofesi sebagai wartawan senior sebuah harian nasional terbitan ibukota, Elok Dyah Messwati.

Pada awal pertemuan dengan Mbak Elok, saya masih berstatus magang di tempat yang sama dengan beliau. Dia menanyakan hal ini kepada saya, “Kamu serius mau jadi wartawan?”. Kemudian saya jawab, ”Saya ingin belajar di dunia yang selama ini saya geluti”.

Selayaknya pertanyaan tadi, mungkin jawaban saya kurang pas. Menjadi jurnalis memang cita-cita saya. Tapi bukan puncak tujuan hidup saya yang terakhir. Mungkin saya pernah menulisnya di blog yang terdahulu. Saya ingin menjadi enterpreneur tanpa harus mengesampingkan hobi menulis.

Pembicaraan yang tak terbilang singkat itu berlangsung diantara saya dengan Mbak Elok di bilik tengah kantor yang bersekat empat itu. Beliau kemudian menceritakan passion-nya di dunia traveling. “Banyak orang yang tanya kenapa aku bisa sempet pergi ke beberapa negara dalam seminggu. Halllooo, kan ada cuti. Mereka yang biasanya gunakan untuk santai di rumah leyeh-leyeh. Ya kalo aku mending pergi backpacker keliling dunia” ucap Elok dengan gaya bicaranya yang khas.

Kemaren baru saja membaca buku The Naked Traveler, karya Trinity. Sekarang malah bertemu dengan seorang yang memiliki hobi yang sama namun beda nama. Mbak Elok, begitu saya akrab memanggilnya, kemudian memintaku untuk mengunjungi Komunitas Backpacker Dunia. Hihi, dengan senang hati, Mbak!

Facebook: Backpacker Dunia
Twitter: BackpackerDunia
Email: backpackerdunia@yahoo.com
Milis: http://groups.yahoo.com/group/backpackerdunia
Blog: http://backpackerdunia.multiply.com/

Sejak obrolan kami waktu itu, saya pun kembali mengingatkan diri saya akan mimpi pergi ke Italia. Seperti kata pepatah, “Banyak jalan menuju Roma”. Semoga saja ini bukan angan-angan belaka. ITALY, suatu hari nanti.

Kembali ke pembicaraan awal. Rencananya, wanita kelahiran Surabaya, 5 Agustus 1969 yang sejak kecil memang hobi menulis dan jalan-jalan ini, ingin serius menggarap buku-buku traveling. “Saya memang menyukai travelling sejak kecil. Suamiku juga sudah hafal dengan hobiku ini. Dan dia juga selalu bersedia berkeliling ke sejumlah negara bersamaku” ucap wanita yang baru saja meluncurkan buku perdananya; Backpacking Hemat ke Australia.

“Semoga setelah buku Backpacking Hemat ke Australia ini akan ada buku-buku traveling lainnya yang akan saya tulis dan terbitkan. Buku kedua sedang saya usahakan. Hingga sekarang masih ngumpulin bahan. Maunya sih diberi judul yang sama dengan album foto saya di Facebook, Mimpi Eropa. Ditunggu aja ya!” tambahnya memberi bocoran.

Selain soal passionnya yang membuat saya tertarik, Mbak Elok juga mengajarkan saya bagaimana menjadi enterpreneur sejak dini. Hal ini datang karena beberapa muda-mudi sering kali bertanya kepadanya mengenai pekerjaan, “Cariin aku pekerjaan dong mbak!”

“Mending kamu usaha sendiri. Modal sewa tempat di depan Indomart, bayar orang untuk berjualan, trus beli buah-buahan, langsung deh pasang iklan ‘Jus Awet Muda’. Asal inovatif dan pangsa pasar cocok, pasti berhasil” jawabnya.

Selain soal berbisnis, secara pribadi Mbak Elok banyak membantu saya selama berada di kantor. Kita pernah makan siang (walaupun cuma 2 kali sih), pernah pergi liputan bareng (walau beda desk), dan berbicara ngelantur sampe kemana-mana.

Lucunya, saat itu beliau mengajak saya untuk liputan di Hardrock Cafe saat launching album Sandy Sondoro. Tetapi karena beda desk, rencana keluar ini harus diam-diam. Setelah balik ke meja kerja, saya menemukan secarik kertas bertuliskan, “Aku tunggu di lobby dasar ya – Elok”

Akhirnya, saya pun tanpa pamit menyusulnya di lobby. Setelah itu, ditengah derasnya hujan Jakarta dan disertai macet, saya dan Mbak Elok pergi ke Hardrock Cafe. Tapi ternyata esok harinya, kepergian saya tanpa pamit itu disadari oleh banyak karyawan kantor. Salah satunya Sekertaris Redaksi, Mbak Retno.

Beliau menanyakan, ”Kamu kemarin kemana? Lain kali kalau kamu mau pergi bilang dulu. Jangan langsung ngeloyor aja. Seperti yang saya bilang, disini sistemnya kayak orang kerja. Jadi ada aturannya”. Mengalami hal ini saya terpaksa diam dan tertawa sendiri.Yasudahlah, kata saya dalam hati. Hehe.

After all, thank you Mrs. Elok for being nice to me. You are such an inspiration and act like my mom. Hehe. Salam Backpacker Dunia!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: