agastrigi

Begins with a single step

In Uncategorized on February 25, 2010 at 7:33 pm

I believe there’s no good in Good Bye. Good Bye is never been good to everything for me. Especially when I have to say that for people that I really love.

Di lagu ini, Dewi Lestari mengawali semua penat yang ingin ku ceritakan. Malam itu, adalah malam dimana hati sebagai taruhannya. Logikanya, kami sadar apa yang terjadi. Rasa sakitnya dan rasa sakitku.  Sialnya, akulah yang menjadi hakim dari setiap keputusan. Ini berat, sungguh. Sampai detik ini pun, rasa ini enggan pergi. Menyesal? Tidak.

Aku berusaha mencari sisi positif dari keputusan penuh resiko ini. Dia harus bahagia. Ini penting. Lengkapnya, kami harus bahagia. Aku sayang dia. Sama seperti diriku sendiri. Kau bisa bayangkan, berpisah dengan dirimu sendiri. Oh, no.. i was there😦

Banyak yang terjadi sejak saat itu. Realize is the key. There’s something i couldn’t deal with him. Kejujuran adalah hal yang paling dinanti. Meski buruk, aku siap. Meski ribuan kali kau bilang tidak, aku tau kamu disana mengeluhkannya. Maybe, I’m not your star.  Isn’t that what you said?

Aku kembali meyakinkan diriku. Dia berkali-kali mengeluhkan rasa sakitnya. Kesendirian kah yang membuatmu begitu? Kalau iya, waktu akan menyembuhkanmu suatu saat nanti. Aku tidak ingin, sesuatu dipaksakan bersama karena ketidaksanggupannya dalam mengatasi kesendirian.

Langkahku semakin berat. Sesuatu diantara kita menguap diantara kemampuan berbicara kita yang mulai melemah. Selama tidak membicarakan soal hati, kita aman. Ternyata, diam pun tidak selamanya emas dalam masalah ini. Tidak mengobati apapun.

Jika memang tidak ada yang baik, aku rasa kita bisa belajar dari sesuatu yang tidak baik dari kata pisah. Entah kau sadar atau tidak, kau mulai melakukan hal2 yang tidak aku sukai. Lagi-lagi aku meyakinkan bahwa, you’re not mine anymore. Tidak ada hak untuk marah, sedih, bahkan komplain. It’s hard. And, hurt too.

Sekarang keadaan sudah berubah. Malam kasih sayang pun aku lewati dengan kesendirian setelah berbagi bersama keluarga. Tidak perlu gegabah dalam mengobati rasa sakit, atau mencari cinta ini prinsipku sejak dulu. Sedangkan, dirinya sudah kembali seperti sediakala. I think, he’s falling in love with someone right now. Look at you! You’re smiling.  I am really, truly happy for you. I mean it :)

Wanting you happy is more important than just wanting you. So thank you for making me a fighter. It was the hardest thing I ever have to do in my life. In case you forget, you inspired me a lot. Lo idola gua sejak pertama kali gua bilang itu ke lo.

PS: This song had dedicated to R.A.H

  1. “Selama tidak membicarakan soal hati, kita aman. Ternyata, diam pun tidak selamanya emas dalam masalah ini. Tidak mengobati apapun.”

    gua suka bagian inii🙂 hai hai! gua membaca blog2 lo dan bahkan mem-follow tumblr lo hehee. tp tulisannya bagus2. td siang gua baru aja bikin tulisan mengenai diam. dan gua suka sekali dengan kalimat itu. hehee. follow my blog if i’m getting update. i want to make on wordpress too hehe.
    great mind, btw!

    • Hi Alodia! Terimakasih ya atas commentnya dan juga karna lo sampe ke tahap mem-follow tumblr gua yang jarang update itu. hehe. i follow your tumblr, too.

  2. thank yoou😀
    hehe klo lg iseng, baca2 aja wordpress gua. baru sih jd blm banyak hehee. http://alodiayovita.wordpress.com/
    thank you sekali lagiii

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: