agastrigi

Dreams for sale and Fairy Tales

In Uncategorized on March 6, 2010 at 8:02 pm

Masih ingatkan dongeng Alice di Negri Ajaib yang sering dibaca ibu ketika kamu mau tidur? Saya bukannya mau mendongeng hingga kamu terlelap, tapi mau memberikan review pribadi terhadap film layar lebar garapan Tim Burton itu. Yap, Alice in Wonderland. Film yang bercerita tentang gadis kecil bernama Alice yang hidup di dunia mimpi ini benar-benar membuat saya semangat untuk bermimpi.

Eits, mimpi  di sini bukanlah mimpi yang berarti serangkaian cerita, gambar, atau emosi yang terjadi sewaktu tidur. Tetapi mimpi yang lain, yang kata buku kamus besar yang baru saja aku lihat lalu kuterjemahkan yang berarti suatu kemauan atau tujuan yang diinginkan teramat sangat.

Beberapa minggu yang lalu, saya baru saja menyelesaikan sebuah novel remaja berjudul Letter, Stories, and Dreams. Cassandra Nikki wrote it🙂 Saya pun sempat memberikan review pribadi kepadanya dan berterimakasih sudah mengembalikan inspirasi yang sempat patah beberapa bulan lalu. She’s cool, i mean it.

Alice and Cassey, um.. i think they’re in wonderland now :p

Setiap individu harus memiliki mimpi. Keinginan hendak kemana, menyusun alamat tujuan, membuat sketsa jalan, dan sebagainya dalam meraih mimpi-mimpi mereka. Itulah yang sedang saya lakukan. Manusia harus memiliki mimpi dalam hidupnya agar mereka tetap hidup. Tanpa mimpi, mereka mati.

Tersesat dalam meraih mimpi bukan hal yang jarang terjadi. Banyak orang sukses yang gagal berkali-kali dalam hidupnya sebelum ia meraih kesuksesannya itu. Sesuatu yang besar selalu beranjak dari hal-hal yang kecil. Jadi, janganlah menyepelekan sesuatu yang kecil itu. Dan, mulailah bertanggung jawab dengan apa yang membuatmu menjadi besar.

Saya kembali merejuvenasikan mimpi. Bukan lagi memimpikan White Rabbit yang selalu membawa jam kemana saja ia pergi, bertemu dengan blue caterpilar dan ramuan yang bisa membuat tubuh menjadi kecil. Ini garis besar mimpi yang akan saya wujudkan (suatu hari nanti – amiin), pertama saya ingin lulus menjadi sarjana komunikasi tepat pada waktunya dengan hasil yang memuaskan.  Kedua, mempunyai kedai kopi sendiri yang bertempatan di tengah kota. Ketiga, mempublish sebuah buku pertama yang akan menjadi souvenir pernikahan nantinya. Keempat, sekolah keluar negeri serta membawa ibu dan ayah kesana untuk berlibur bersama. Kelima, mempunyai suami yang saya cintai dan mencintai saya tulus bersama kedua anak-anak kami.

Hm, who said happy endings don’t exist? well, I don’t believe in fairytales. Tapi, dongeng mengajarkan saya untuk memilih jalan hidup untuk hidup saya sendiri. Happiness is a choice. Dan ingat, apabila kamu mempercayainya. Semesta akan membantumu.

so, what do you do when you wake up?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: