agastrigi

Cahaya Sejiwa

In Laporan pandangan mata on May 14, 2010 at 1:53 pm

Beberapa pengunjukrasa yang tergabung dalam Sejiwa melakukan aksi damai memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia di Bundaran Hotel Indonesia Jakarta, Senin (3/5). Mereka mendesak media massa untuk menghentikan praktek pengungkapan identitas anak yang sedang terlibat kasus hukum dalam berita yang ditayangkan atau dimuat karena akan menimbulkan stigmatisasi yang merugikan anak.

Masa depan suatu bangsa sangat ditentukan dengan kualitas kehidupan anak saat ini. Kenyataan yang sering dijumpai di masyarakat adalah banyak anak dengan penyimpangan perilaku, seperti melakukan pelanggaran hukum dan tindak kekerasan. Hal tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Dampak negatif  arus informasi yang bersumber dari teknologi komunikasi dan media massa, perubahan gaya hidup, serta pembangunan yang cepat. Peran media pun sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Namun, media massa sering kali mengungkapkan identitas anak yang sedang terlibat kasus hukum di dalam berita untuk ditayangkan kepada khalayak.

“Pemberitaan tidak boleh menstigmasi. Karena anak belum tentu salah. Kalau pun salah, wong namanya anak-anak salah itu biasa. Misalnya, dulu saya pernah mengambil bolpoint teman sebangku; toh ketika dewasa nanti akan hilang dengan sendirinya” ujar Hadi Supeno. Ketua KPAI itu menuturkan dampak yang akan sangat merugikan bagi anak apabila sejak dini mereka sudah terstigmasi atau divonis oleh media menjadi terdakwa. Pemberitaan yang secara terbuka akan membawa efek spiral. Berita yang diharapkan dapat mencegah terjadinya tindak kekerasan di tempat lain, justru membawa dampak sebaliknya. Begitulah alasan KPAI mendukung momentum yang telah diciptakan Sejiwa untuk melakukan aksi damai yang juga dihadiri oleh Ketua Komnas Anak Seto Mulyadi, Wakil Ketua KPI Fetty Fajriati, Anggota Dewan Pers, dan Mahasiswa Pers dari beberapa Universitas di Jakarta.

Sebuah paradigma keliru yang sering terjadi di masyarakat adalah anak dianggap sebagai hak milik yang boleh diperlakukan apa saja. Rotanlah kalau perlu, pukulah kalau perlu! Ketika seorang anak melakukan kesalahan, maka karena ia masih “anak”, ia justru harus diberi pemahaman bahwa tindakannya salah, dan ia harus diberi kesempatan memperbaiki kesalahannya. Hal ini justru akan sulit terjadi ketika ia sudah dihadapkan dengan publisitas media massa. Beban yang ia hadapi menjadi begitu besar sehingga kemungkinan ia dan orang tuanya justru akan menghindar  ataupun lari dari permasalahan. Jika hal ini terjadi, maka proses belajar memperbaiki kesalahan tidak berlangsung. Di lain pihak, anak yang menjadi korban pun tetap menjadi korban dan bahkan mungkin bertambah bebannya karena ia merasa seluruh dunia sudah mengetahui bahwa ia adalah anak yang lemah, atau bahwa ia telah ternoda akibat diperkosa dsbnya. Akhirnya, baik pelaku maupun korban dan seluruh keluarganya hidup dengan beban yang tidak jelas ujung pangkalnya.

Kesalahan yang terjadi bukan hanya pada pemberitaan di media saja. Kesalahan bisa berlaku bagi semua orang yang kurang peduli untuk mensosialisasikan prinsip-prinsip bagaimana perlindungan anak itu sendiri serta pemberitaan yang menstigmasi anak tersebut. Bertepatan dengan Hari Kebebasan Pers Sedunia ini diharapkan agar Media Massa serta seluruh Pekerja Pers untuk selalu menjalankan fungsi edukasi, informasi, hiburan, bisnis secara seimbang. Tidak hanya sekedar untuk keuntungan bisnis, pasar, dan rating semata.

Tidak hanya itu, aksi damai yang bertemakan “STOP Ungkap Identitas Anak Yang Berhadapan Dengan Hukum Di Media” ini juga mengajak para Mahasiswa Pers yang memiliki idealisme terhadap hal-hal yang berkaitan dengan jurnalisme untuk menjalankan profesi yang beretika serta melindungi kepentingan anak dan kepekaan terhadap psikologi anak dengan tetap mengedepankan profesionalisme. (*)

  1. terimakasih atas dukungan publikasinya.
    salam damai,
    joni s.

  2. sama-sama. semoga damai selalu beserta kita. sekarang dan selama-lamanya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: