agastrigi

(VIR.GIN.I.TY)

In Uncategorized on July 18, 2010 at 3:48 pm

“Kamu memandang virginity gimana si?”
“Ah biasa aja…”
“Maksudnya?”
“Yah…dibilang penting ya penting, sebagai tanda dia “menjaga diri”, tapi itupun bukan mutlak. Misalnya dia kecelakaan…atau mungkin diperkosa…atau mungkin dia pernah melakukannya dengan pacarnya……atau janda mungkin? Semua punya pertimbangan…”
“Oh…?”
“Misalnya dia diperkosa, aku anggap dia masih virgin. Well, technically…”
“Trus?”
“Yah kecelakaan…tentu aku juga anggap dia masih virgin.”
“Ok, lalu kalau memang dia pernah melakukannya dengan pacarnya?”
“Melakukan apa?”
“Well, make love… …”
“Say it loud and clear, Dear. Retoris, dia punya niat, dia melakukan, yah, aku anggap udah nggak.”
“Trus pandanganmu kalo udah nggak virgin gimana?”
“Maksudnya? Dalam segi apa?”
“Yah, katakan saja, kamu pacaran sama orang yang sudah nggak virgin…apa bakal kamu putusin? Atau bakal… …apa?”
“Yah, pertama aku tanyain dulu…dia nggak virgin kenapa dan kapan…”
“Kapan?”
“Yah, kapan. Maksudnya apakah dia melakukan itu dengan orang lain saat sudah menjadi pasanganku? Atau sebelum itu? Masalah disini masalah kesetiaan, nothing more or less.”
“Jadi intinya… …kamu tetap pertahankan?”
“Tergantung alasannya, perkosaan, kecelakaan, aku tentu nggak peduli. Kalo dia emang pernah ml sama pacarnya, aku nanya lagi…how often, apakah masih bisa dihitung dengan jari tangan? Aku cuma ingin tahu, dia melakukan karena “harus”, kamu tahu sendiri kadang keadaan memaksa, tidak bisa menolak, terlalu sayang… …atau memang udah habit, setiap pacaran, setiap hari, setiap menit…”
“Jadi, kamu lebih mikirin itu sebagai kebiasaan atau sebagai perbuatan yang pernah dia lakukan?”
“”Itu” apa si?”
“Sex, Honey…”
“Say it loud and clear Dear. It’s me. Bukan hal yang tabu untuk dibicarakan kan? Ya, aku lebih berpikir sex itu sebagai kebiasaannya atau lebih ke perbuatan yang pernah dia lakukan…”
“That’s all?”
“Yup.”
“Gimana tentang kesucian?”
“Hahahaha…! Memangnya aku suci?”
“Well, banyak orang berpikir mereka pantas mendapatkan yang ter-suci”
“Yah, mending ngga’ usah ngomongin orang hehe…”
“Iya…”
“Hun…”
“Hm?”
“Aku…”

November 19, 2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: