agastrigi

Archive for September, 2010|Monthly archive page

Terlalu banyak. cinta

In Uncategorized on September 23, 2010 at 4:12 pm

ketika kembali menengok ke belakang

dan semuanya telah dilakukan.

apalagi yang tersisa?

semua usaha, semua cerita. sudah.

saat malam menjelang, rasa sepi selalu mulai datang.

saat mata nyalang, pahit pun mulai menyerang.

terlalu banyak rasa yang tersimpan,

cinta yang entah untuk siapa.

ketika melihat diri yang sekarang

dan semua sudah tercicip.

berbagai macam warna pelangi sudah terlalui

tak ada lagi kejutan yang berarti.

saat hati bimbang, semua memori mulai terulang.

saat butuh pegangan, semua gelisah pun meradang.

terlalu penuh hati,

dengan cinta. yang entah, untuk siapa.

memanggil namanya dengan putus asa dalam kubangan rasa rindu

memanggil namanya dengan lirih bak esok tidak lagi melagu

biru. biru karena rasa yang terus menerus ingin keluar.

tapi ini semua cinta. yang entah, untuk siapa.

***

ditulis di suatu malam oleh Mya Santosa.

pembicaraan getir dua orang yang punya terlalu banyak cinta.

yang entah, untuk siapa.

Advertisements

Penang, Bikin Kepalaku Pening

In Uncategorized on September 15, 2010 at 6:51 pm

~salihguler

Skarang, tanggal berapa sih?

Oh, 15 September 2010. Spesial sih tidak ya. Hanya ingin membagi ini sebagai salah satu penipuan yang kerap kali dibicarakan masyarakat.

Awalnya begini, selagi aktivitas kampus sedang diberhentikan aka libur, maka keharusan bangun siang pun tidak boleh dilewatkan. Kemudian, pagi-pagi sekitar pukul 6, ada dua sms dari teman saya, yang isinya adalah pemberitahuan bahwa email hotmail saya di hack orang. Bukannya menganggap ini sepele, tapi saat itu saya sedang dalam kondisi setengah tidak sadar. Maka, saya memutuskan untuk kembali terlelap.

Tiga menit kemudian, ada telefon masuk dari rekan saya di WWF. Karena signal di dalam rumah saya terhambat, maka mau-tidak-mau saya harus bangun dari tempat tidur dan segera menuju ke arah luar agar bisa mendapat signal yang lebih baik. Perkataannya tidak jauh dari isi sms kedua teman saya itu. “Astri, kamu ada di Penang? Ini aku terima email dari kamu dibilangnya kamu di Penang, kehilangan dompet. Dan dia minta kirim uang..” ujarnya lewat pesawat telfon.

Saking paniknya mendengar berita dari Mbak yang satu itu, tentu saya tidak bisa kembali tidur pulas. Niat mau mengecek kondisi email malah batal karena jaringan internet di rumah saya, mati. Dan masih karena kepanikan tersebut, saya akhirnya meminta tolong untuk mengganti password kepada kedua teman yang memberitahukan saya lewat sms diawal cerita. Mereka berusaha semaksimal mungkin namun tetap saja, hasilnya nihil.

Memang tidak seberapa, tapi yang bikin keki adalah email ini sangat penting untuk hal akademis dan pekerjaan saya. Seluruh kontak ada disitu. Dan, metode penipuan ini mengirimkan berita palsu ke seluruh kontak saya. Itu dia yang buat saya rasanya pusing tujuh keliling.

Eh iya, sebagai pelajaran, berikut saya sertakan pula email yang dikirim ke seluruh kontak saya di Hotmail.

How are you doing? hope all is well, I’m very sorry i could not inform you about my trip to penang, Malaysia for a Conference. ..i need a favor from you as soon as you receive this email, kindly get back to me immediately as i am short of cash right now because i misplaced my wallet (where my money and other valuable things were kept) on my way to the hotel  i want you to assist me with a loan urgently.

I will be glad if you could assist me with $840 to sort-out my hotel bills and get myself back home. i will appreciate whatever you can afford to help me out, i will pay you back as soon as i return. kindly let me know if you can be of help? so that i can send you the details. your reply will be greatly appreciated. Thanks


So people, maaf atas pengiriman email atas nama saya Astri Novaria melalui email im_astrii@hotmail.com. Email tersebut di hack oleh seseorang dan mengubah password akun email saya. Sekali lagi, maaf atas ketidaknyamanannya karena pihak tersebut masih mengirimi ke semua kontak saya dan meminta sejumlah uang.

Pesan moralnya, buatlah selalu back-up data dan berhati-hatilah dengan segala hal mengenai identitas anda sekecil apapun itu.

Yuk, belajar memaafkan!

In Uncategorized on September 10, 2010 at 10:14 am

IDUL FITRI. Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu oleh umat muslim ini datang juga. Setelah berhari-hari menahan haus, lapar dan emosi, saat inilah momen yang pas untuk merayakan hari kemenangan yang disertai bermaaf-maafan.

Kata ‘maaf’ tentu akan sering kita dengar pada Hari Raya Idul Fitri. Ketika ucapan “Mohon maaf lahir dan batin” itu datang melalui jejaring sosial secara masal, saya merasa itu hanyalah template. Saya lebih menghargai apabila ucapan maaf itu datang secara personal.  Sebab, suatu kesalahan  baik disangaja maupun tidak tentu sudah menyakiti kita secara pribadi maupun orang yang  pernah kita buat salah tersebut. Dan, untuk kebaikan keduanya, maka maaf menjadi sakral saat momen penyampaiannya.

Itu baru proses penyampaiannya, poin pentingnya setelah meminta maaf adalah memafkan. Walaupun saya tidak merayakan Idul Fitri, namun saya ikut belajar esensi memaafkan di Hari Raya ini. Terlebih, memaafkan diri sendiri. Di bulan baik ini, saya ikut belajar menghilangkan rasa dendam dan rasa benci saya akan beberapa hal. Mencoba memaafkan segala hal yang kontradiksi dengan pikiran dan hati.

Tidak mudah memang menambal luka yang bahkan kita pun tidak tahu sebelah mana yang berlubang.  Inilah yang kemudian menjadi pemberat dari esensi memaafkan. Proses memaafkan itu kemudian selalu saja dikaitkan dengan melupakan. Terutama, bagi mereka yang memiliki ingatan yang baik, tentu sulit baginya melakukan hal yang muluk tersebut.

Kemudian, tengoklah hari ini. Seberapa banyak kesalahan yang sudah kita maupun orang lain perbuat kemudian saling memaafkan untuk kebaikan kita di masa depan?

Pelajaran yang didapat adalah, tidak melihat masa lalu itu sebagai bumerang di masa depan. Memaafkan kesalahan yang terjadi di masa lalu itu sangatlah penting. Mereka atau sesuatu itu pernah ada dalam hidup kamu pasti karena suatu alasan. Forgive everyone and remember, for everything a reason.

Nah, sudah siapkah kamu membuka hati lebar untuk memaafkan? Jika sudah, berarti kamu sudah siap untuk Lebaran!

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H

Mimpi Hari Ini, Untuk Suatu Hari

In Uncategorized on September 8, 2010 at 9:49 am

~momoclax

Malam-malam sebelumnya, saya lewatkan tanpa mimpi. Mungkin karena terlalu lelah di kehidupan nyata karena membagi waktu tidur yang sembarang dalam perjalanan pergi dan pulang kantor. Akibat merasa punya hutang tidur yang belum dibayar, jadilah saya tidur disaat yang tak diduga-duga sekaligus di tempat yang tak terduga. Salah satu keanehannya  yaitu, di busway dalam keadaan berdiri.

Pada prakteknya ternyata lebih menyeramkan dibanding tidur di motor. Tentu saya bukan sebagai pengendara motornya, tapi orang yang duduk di boncengan motor salah seorang tukang ojeg. Ketika rasa kantuk yang tidak bisa dibendung lagi itu datang, keahlian dalam mengunci persendianlah yang saya rasa paling penting untuk diingatkan. Sebab, bahaya akan datang ketika persendian itu mulai kendur dan tubuhmu berhasil membentuk sudut 120 derajat.

Oke, yang paling aman lagi adalah tidur di tempatnya. Apalagi kalau bukan tidur di kasur pribadi yang dilengkapi dengan bantal bulu angsa serta guling yang haus pelukan itu. Tapi kali ini saya tidak mau berbicara tentang mimpi yang sering disebut bunga tidur itu.

Mimpi kali ini adalah suatu gambaran akan pengharapan diri dimana kita senantiasa yang membuat mimpi itu sekaligus merealisasikan mimpi itu jadi kenyataan. Banyak diantara kita yang memiliki sejuta mimpi. Dari yang bisa diwujudkan dalam hitungan jam sampai perlu  usaha bertahun-tahun lamanya. Tapi, diantara sekian orang yang berhasil sukses hanya karena bermimpi.. ternyata ada juga yang takut untuk bermimpi.

Amin, salah seorang pedagang rujak yang sering mangkal di Jatinegara mengaku bahwa dirinya tidak berani untuk punya mimpi. Selama bertahun-tahun harus menghidupi dirinya dengan menjual rujak,  ia sadar bahwa kehidupannya sangat keras untuk dijalani. “Kalau saya bermimpi, saya takut itu terlalu muluk. Saya hanya berusaha menjalankan hari ini dengan baik” ujarnya.

Kembalilah saya berkaca. Apa yang salah hanya dengan bermimpi? Apa dunia ini begitu kejam sehingga rakyat kecil ini harus meneruskan garis kemiskinan yang kita tidak tahu siapa yang menorehkannya?

Berbicara tentang kemiskinan, saya tersentak dengan perkataan salah seorang pengamen jalanan yang berpenampilan seperti rockstar. Mungkin banyak sebagian dari kita takut mempersilahkan kehadiran mereka untuk berdiri di tengah-tengah bus kota sambil berteriak tentang kemiskinan dengan suara parau.

Tapi beginilah negara kita. Mereka lah masalah sekaligus alasan untuk negeri ini supaya bangkit dari kata terpuruk. Dimana kita semua tahu, mereka tak peduli panas terik atau malam mencekam demi sekedar meminta rupiah. Selama perut mereka kosong, otak mereka pun tidak akan pernah berani untuk mewujudkan mimpi. Karena disekitar mereka, masih ada garis maya yang tidak pernah satu orang pun tahu kapan bisa terhapuskan, garis kemiskinan.

Setelah sekitar 10 menit pengamen rockstar itu berceloteh mengomentari ibu pertiwi ini, saya tertegun melihat banyak diantara penumpang bus yang memberinya koin perak dan uang lembaran kepadanya. Dia berhasil mematahkan rasa takut kami yang berada di bus patas AC 34 saat itu. Setidaknya, di otak kami pun mengangguk setuju akan kehadiran dirinya yang mewakili berjuta-juta rakyat kecil sekaligus gambaran kehidupan negeri yang kami sebut Indonesia ini.

Tentu, saya, kamu, kita sebagai warga negara Indonesia pasti memiliki mimpi yang sama untuk negeri yang kita cintai ini. Terlebih diantara kita yang memiliki segalanya yang hanya menjentikan jari untuk menggapai mimpi itu. Sadarilah, bahwa kita memang hidup dibawah langit yang sama. Bersama, kita pasti mampu membawa perubahan sekecil apapun itu menjadi sesuatu yang berguna bagi diri sendiri maupun orang lain.

Jangan pernah patah semangat ya teman-teman. Hidup memang harus diperjuangkan. Siapapun kamu, darimana kamu berasal, tentu kita semua ini punya satu otak yang siap kita bawa kepada kehidupan yang lebih layak. Teruslah berusaha, selama asa belum putus!