agastrigi

Mimpi Hari Ini, Untuk Suatu Hari

In Uncategorized on September 8, 2010 at 9:49 am

~momoclax

Malam-malam sebelumnya, saya lewatkan tanpa mimpi. Mungkin karena terlalu lelah di kehidupan nyata karena membagi waktu tidur yang sembarang dalam perjalanan pergi dan pulang kantor. Akibat merasa punya hutang tidur yang belum dibayar, jadilah saya tidur disaat yang tak diduga-duga sekaligus di tempat yang tak terduga. Salah satu keanehannya  yaitu, di busway dalam keadaan berdiri.

Pada prakteknya ternyata lebih menyeramkan dibanding tidur di motor. Tentu saya bukan sebagai pengendara motornya, tapi orang yang duduk di boncengan motor salah seorang tukang ojeg. Ketika rasa kantuk yang tidak bisa dibendung lagi itu datang, keahlian dalam mengunci persendianlah yang saya rasa paling penting untuk diingatkan. Sebab, bahaya akan datang ketika persendian itu mulai kendur dan tubuhmu berhasil membentuk sudut 120 derajat.

Oke, yang paling aman lagi adalah tidur di tempatnya. Apalagi kalau bukan tidur di kasur pribadi yang dilengkapi dengan bantal bulu angsa serta guling yang haus pelukan itu. Tapi kali ini saya tidak mau berbicara tentang mimpi yang sering disebut bunga tidur itu.

Mimpi kali ini adalah suatu gambaran akan pengharapan diri dimana kita senantiasa yang membuat mimpi itu sekaligus merealisasikan mimpi itu jadi kenyataan. Banyak diantara kita yang memiliki sejuta mimpi. Dari yang bisa diwujudkan dalam hitungan jam sampai perlu  usaha bertahun-tahun lamanya. Tapi, diantara sekian orang yang berhasil sukses hanya karena bermimpi.. ternyata ada juga yang takut untuk bermimpi.

Amin, salah seorang pedagang rujak yang sering mangkal di Jatinegara mengaku bahwa dirinya tidak berani untuk punya mimpi. Selama bertahun-tahun harus menghidupi dirinya dengan menjual rujak,  ia sadar bahwa kehidupannya sangat keras untuk dijalani. “Kalau saya bermimpi, saya takut itu terlalu muluk. Saya hanya berusaha menjalankan hari ini dengan baik” ujarnya.

Kembalilah saya berkaca. Apa yang salah hanya dengan bermimpi? Apa dunia ini begitu kejam sehingga rakyat kecil ini harus meneruskan garis kemiskinan yang kita tidak tahu siapa yang menorehkannya?

Berbicara tentang kemiskinan, saya tersentak dengan perkataan salah seorang pengamen jalanan yang berpenampilan seperti rockstar. Mungkin banyak sebagian dari kita takut mempersilahkan kehadiran mereka untuk berdiri di tengah-tengah bus kota sambil berteriak tentang kemiskinan dengan suara parau.

Tapi beginilah negara kita. Mereka lah masalah sekaligus alasan untuk negeri ini supaya bangkit dari kata terpuruk. Dimana kita semua tahu, mereka tak peduli panas terik atau malam mencekam demi sekedar meminta rupiah. Selama perut mereka kosong, otak mereka pun tidak akan pernah berani untuk mewujudkan mimpi. Karena disekitar mereka, masih ada garis maya yang tidak pernah satu orang pun tahu kapan bisa terhapuskan, garis kemiskinan.

Setelah sekitar 10 menit pengamen rockstar itu berceloteh mengomentari ibu pertiwi ini, saya tertegun melihat banyak diantara penumpang bus yang memberinya koin perak dan uang lembaran kepadanya. Dia berhasil mematahkan rasa takut kami yang berada di bus patas AC 34 saat itu. Setidaknya, di otak kami pun mengangguk setuju akan kehadiran dirinya yang mewakili berjuta-juta rakyat kecil sekaligus gambaran kehidupan negeri yang kami sebut Indonesia ini.

Tentu, saya, kamu, kita sebagai warga negara Indonesia pasti memiliki mimpi yang sama untuk negeri yang kita cintai ini. Terlebih diantara kita yang memiliki segalanya yang hanya menjentikan jari untuk menggapai mimpi itu. Sadarilah, bahwa kita memang hidup dibawah langit yang sama. Bersama, kita pasti mampu membawa perubahan sekecil apapun itu menjadi sesuatu yang berguna bagi diri sendiri maupun orang lain.

Jangan pernah patah semangat ya teman-teman. Hidup memang harus diperjuangkan. Siapapun kamu, darimana kamu berasal, tentu kita semua ini punya satu otak yang siap kita bawa kepada kehidupan yang lebih layak. Teruslah berusaha, selama asa belum putus!

  1. Saya, setuju banget tuh…”kita pasti mampu membawa perubahan sekecil apapun itu menjadi sesuatu yang berguna bagi diri sendiri maupun orang lain”. dan satu hal jangan pernah takut bermimpi, semua Tuhan yang atur, apakah mimpi anda itu memang yang terbaik untuk anda, kalau memang yang di Atas menilai yang terbaik.buat kehidupan anda .PASTI.. di berikan…AMIN

  2. dan aku adalah salah seorang yang selalu percaya pada mimpi yang dapat diraih, karena yang kukerjakan sekarang adalah apa yang aku mimpikan. craft, menggambar, buat blog, menjadi peneliti, tinggal art residency di luar negeri atau di kota lain aja yang belum kesampaian🙂

    • i second that🙂
      “apa yang dikerjakan sekarang adalah apa yg diimpikan”
      semoga mimpi mu yang lainnya ikut tercapai ya.

      PS: Rome wasn’t built in a day 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: