agastrigi

Believe Yourself

In Note to self on February 24, 2011 at 9:25 am

Saya meyakini sebuah prinsip “We are what we believe”. Diri kita adalah hasil dari pengambilan keputusan kita. Tuhan memang selalu ada dalam setiap langkah kita tapi saya meyakini Tuhan menyerahkan kepada diri kita sendiri dalam mengambil setiap keputusan hidup.

Keputusan- keputusan kita, dalam keseharian kita, begitu banyak. Setiap keputusan yang kita ambil menentukan arah kehidupan kita selanjutnya. Seperti buku “Pilih Sendiri Petualanganmu”. Di jalan menuju kerja, kita berpikir, “Belok kiri atau kanan, yaa?” “Ambil jalan Sudirman aja dan berharap polisi ga merhatiin, atau nyari jalan lain yg ga 3 in 1? Atau… ambil joki?” Setiap keputusan tersebut langsung berkaitan dengan apa yang terjadi dalam kehidupan kita.

Detik demi detik.

Keputusan kita yang besar tentunya akan memberikan dampak yang lebih besar lagi dari sekedar belok kanan atau kiri. Tapi besar ataupun kecil keputusan itu, akan membentuk hidup kita.

Diri kita adalah koleksi keputusan kita. Saya jadi seperti hari ini, karena suatu hari saya memutuskan untuk melihat prioritas. Bukan melihat kebelakang dan berjalan mundur.

Saya lalu memutuskan untuk memilih Media Indonesia sebagai tempat internship pertama saya di bulan Agustus 2010. Kalau diperkirakan jaraknya, memang sama dengan jarak tempuh Jakarta – Bandung.  Apalagi saat itu, empat orang teman perjuangan saya satu-per-satu gugur dan memilih untuk resign. Jadilah saya yang menjadi tameng untuk menjaga nama baik universitas. Masalah pulang dari kantor pun selalu menjadi pertanyaan, “Hari ini pulang gimana ya? Jam brapa ya?” Maklum, modalnya belom sampe punya kendaraan sendiri. Nekat, modalnya.

Agustus 2010 – Oktober 2010

Keputusan demi keputusan mengantarkan saya bertemu dengan orang-orang hebat. Mas Gantyo, begitu saya memanggil atasan saya yang merupakan Wartawan Senior MI.  Karena  pekerjaan sampingannya juga sebagai Dosen, maka tak jarang Mas Gantyo keluar kantor di jam-jam lebih awal, yaitu siang atau sore hari. Dan pada suatu hari saat menjelang sore, tiba-tiba beliau menawarkan tumpangan untuk saya, “Astri, mau nebeng nggak? Saya arah ke Pasar Minggu nih”.

Haha. Bukan soal tumpangannya saja yang ingin saya ceritakan. Entah kenapa, selama berada di Media Indonesia selalu saja ada jawaban disetiap pertanyaan. Hehe. Kalau tadi pertanyaannya Bagaimana pulangnya, saat itu berubah menjadi cerita-cerita lucu saat pulang kantor. Termasuk, ada yang mendadak memberi tumpangan saat Bulan Ramadhan. Semoga budi baiknya nggak saat Bulan Suci aja ya, mas! haha.

Selama di perjalanan pulang, Mas Gantyo bercerita tentang hobinya dalam menulis lirik lagu. Salah satunya, lagu yang sudah ia rekam secara indie untuk gerejanya. Saat itulah hubungan saya dengan beliau tidak lagi soal pekerjaan media. Melainkan menggarap salah satu lagunya yang kebetulan bertema sosial.

Selain beliau, saya juga bertemu dengan Mas Rully yang telah mengajarkan saya banyak hal dalam menghadapi klien. Ini lebih kepada management perusahaan. Dengan berbekal secangkir kopi di sore hari dan memanfaatkan jam kerja untuk istirahat sebentar, beliau banyak menasehati saya sebelum saya meninggalkan MI karena masa internship yang  sudah habis.

Pada intinya sama, kita hanya tinggal percaya bahwa kita bisa melakukannya. Ketakutan pada awal saya melangkah masuk ke MI saat itu, beratnya pekerjaan, mobilisasi yang susah karena terhambat kendaraan itu semua terbayar saat diakhir ketika kita menjalaninya dengan ikhlas. Nggak percaya, saat itu saya bener-bener berkata ini pada diri sendiri. Yes, you did it, Astri!

Ada hal lucu yang akhirnya menjadi bagian hidup saya ketika berada di MI. Hal lucu yang pertama, yaitu ketika saya bertemu dengan seorang freelance reporter Metro TV. Kami sering berpapasan. Liat-liatan. Salah tingkah. Papasan. Liat-liatan. Salah tingkah. Tiba-tiba dia ngajak kenalan di depan newsroom kerja saya. Walaupun skenarionya udah kebaca sih, dia membuntuti saya dari belakang. Hihi, karena ruang kerja di MI didominasi kaca, maka aksi perkenalan saat itu kurang membuahkan hasil yang baik. Bisa-bisa jadi tontonan editor dan antek-anteknya, pikir saya saat itu. Saking salah tingkahnya, jadilah saya lupa nama dia siapa. Sampai. detik. ini. hahaha..

Pengalaman menariknya ada lagi ketika perjalanan saya ke MI dengan menggunakan Patas 138. Tak ada yang lebih mengasikan ketika sedang berada di bus yang tidak penuh penumpang, duduk di kursi paling depan yang sendiri, melihat keluar jendela, sambil mendengarkan iPod  dan menikmati semilir AC bus yang dingin membuat ngantuk. Cerita lucu-nya berawal ketika ada beberapa pengamen memilih masuk ke bus yang saya tumpangi. Kedatangannya pun saya tidak tahu. Tiba-tiba mereka sudah masuk dan mulai menyanyikan lagu di tengah bus.  Ketika saya siap beranjak turun dengan membereskan iPod, salah satu dari mereka mengatakan ini “Lagu ini untuk mbak yang ada di depan sana. Semoga, dapet pacar baru ya”. Langsung saya melihat kanan dan belakang saya. Mereka rata-rata orang tua. Makinlah saya sadar, mereka itu barusan ngomong sama gue ya? Langsung saya mengambil ancang-ancang turun dari bus tanpa melihat ke arah mereka. Dan salah satu dari mereka menimpali lagi, “Hati-hati di jalan ya mbak!”

Sesampainya di kantor dengan penuh tanda tanya, saya pun langsung mengamini perkataan mas-mas pengamen itu. Haha. That was so weird. But, maybe God was trying to tell me something *paint smile*

Februari 2011

Kejadiannya baru tadi malam. Ketika saya lancang membuka salah satu folder bertuliskan save.my.soul milik teman saya di handphone yang ia pinjamkan kepada saya untuk sementara waktu. Beberapa pesan singkat itu ada yang berasal dari saya sendiri. Pesan-pesan itu berakhir haru karena sebagian isinya bertema perpisahan saat dia hendak pergi ke negeri sebrang untuk sekolah. Kemudian saya menemukan kalimat ini:

“Hidup itu penuh dengan tangis bahagia. Bakar sehari sedihmu, jadikan lima tahun bahagia-mu.”

Dan saat ini saya melihat sosok yang jauh lebih bahagia dan membanggakan di diri teman saya itu.  So, you know what do you believe right now? Yes. Yourself.

You know yourself, you know your capacity. You’ll work toward it, you’ll try to make your parents proud with the best way. Don’t believe the naysayers! Whoever says that you’re gonna fail, they’re wrong! Who are they? They’re not God!

  1. just found your blog and i loveeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee it🙂
    138? tinggal di tangerang ya? (Sok tau hihi)
    saya salah satu penumpangnya🙂

    • hihi, gue tinggal di daerah pasar minggu. karna kantor MI di daerah kedoya, jadi pada saat itu gue jadi pelanggan setia patas 138 deh. Rekor sampe kantor bisa sampe 3 jam dijalan. keterlaluan ya Jakarta. haha. By the way, thanks for visiting my blog!🙂

  2. Hai Astri. Kabar, baik, kan?
    Saya menemukan kembali blog ini secara tidak sengaja ketika saya coba-coba ngetes blog saya yang baru http://www.gantyo.tumblr.com di google. Eh, nongollah catatanmu, dan asyiknya nama Gantyo pun disebut-sebut. Penasaran, lebay nggak ya? Ternyata masih wajar-wajar saja. Terimakasih, ya, saya telah diapresiasi.

    Nah, karena di catatan itu, kamu menyebut-nyebut “usaha” sampingan wartawan senior MI, saya pun jadi ingat, ternyata sudah nyaris setahun, ya, saya mengirimkan lagu berjudul “Saatnya Kini” yang kamu bilang akan kamu coba nyanyikan. Sudah dilantunkan belum sih? Hehehehe, maksa, ya?

    Selain penasaran soal lagu itu, saya juga penasaran siapa tuh orang Metro TV yang membuntuti kamu setelah bersua dari balik kaca.

    Ngomong-ngomong sekarang sudah aktif membangun karier di mana? Sudah lama lulus, kan? OK, sukses, ya. Pokoknya PD aja deh.

    • Halo Mas Gantyo, apakabar? Kabarku baik.
      Haha, kejutan nih dapet komen dari Mas Gantyo :p Ngomong2 soal “Saatnya kini”, sudah take vocal kok mas. Dengan alakadarnya tentu saja haha. Tapi setelah di denger2, kok kayaknya malah jadi bikin ketawa ya Jadi aneh dengerin suara sendiri kayak gitu hehe. Sampai sekarang rekaman itu masih aman di hardisk. Maaf ya, terlalu lama sampe akhirnya Mas Gantyo nemu postingan-ku hehe.

      Soal orang Metro TV itu, aku pun nggak tau nama dia siapa. Dia masih freelance saat itu. Entahlah, mungkin kalo ke MI dan ketemu lagi, saya bakal tanya nama dia siapa, haha. Jadi bisa pake alesan lupa karena lama nggak ketemu :p

      Aku sedang skripsi Mas saat ini. Bulan depan deadline-nya. Doakan lancar ya :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: