agastrigi

SEA GAMES XXVI

In Uncategorized on January 3, 2012 at 4:36 pm

Walaupun sudah satu bulan lebih lamanya SEA Games berlalu, tapi sampai saat ini setiap detik moment dari tanggal 11 November 2011 – 22 November , 2011 selalu repetitif di kepala. Terutama karena pengalaman ini memang sangat langka dan seumur hidup buat saya. Sebagai orang yang kurang sporty dan kurang menguasai bidang olahraga, saya terbilang cukup beruntung hehe. Awalnya bisa ikut dalam kepanitiaan SEA Games ini juga karena sifat impulsif saya karena ogah menganggur disela-sela skripsi. Tanpa ba-bi-bu saya langsung menyambangi area GOR Soemantri untuk mengikuti test rekrutmen LO SEA Games.

Dari rasa antusias yang berlebihan sampai ke tahap males-malesan pun akhirnya terlewati karena berita seputar SEA Games yang santer terdengar sebelum event ini berlangsung sudah cukup mengecewakan. Tapi, akhirnya teringat akan hal ini: If you are going through hellkeep going.

Sampailah pada keputusan, saya ditempatkan menjadi NOC Assistant kontingen Vietnam. Permulaan ini yang membawa saya bertemu dengan 24 teman lainnya yang juga berjuang mengurusi kontingenVietnam hingga SEA Games berakhir. Sama seperti saya yang menjadi fisrt-learner di event SEAG ini, kami pun pada akhirnya harus learning by doing dalam melakukan tugas kami sebagai LO. Dan, akhirnya tanggal 7 November 2011, perjuangan kami pun telah dimulai yang kemudian bertemu dengan Mrs. Quyng, Mrs. Bich Van, Mr. Saw, Mr. Minh, dan lain-lain. Mereka ini adalah para delegasi Vietnam yang mengurusi segala hal mengenai seluruh pertandingan yang negara mereka ikuti dalam SEAG XXVI. Dan, tugas kami sebagai LO NOC Assistant adalah menjadi mediator antara mereka dengan INASOC sekaligus menjadi asisten mereka dalam mensukseskan acara SEAG XXVI di Jakarta.

Saya tidak pernah lupa pengalaman saya datang ke Stadion Utama Gelora Bung Karno melalu akses VVIP dan melewati lapangan 30 menit sebelum berlangsungnya Indonesia vs Cambodia. Hal itu berbeda rasanya ketika dari sudut penonton sudah mulai bersorak tak sabar menunggu pertandingan dan lapangan pun seharusnya steril. Pengalaman tak terlupakan lainnnya adalah ketika harus tek-tok Sultan Hotel –  Bandara – Sultan Hotel saat menjemput tamu Vietnam di Bandara Internasional Soetta dan dikabarkan tentang penundaan kedatangan (delay) selama berjam-jam. Hal impulsif yang saya lakukan dengan Mr.Saw di Bandara yaitu menjadi guru les privat Bahasa Indonesia untuknya sembari membunuh waktu. Satu lagi pengalaman menarik saat di Bandara adalah ketika saya harus berurusan dengan Kantor Polisi setempat sebagai saksi dan pelapor akibat orang yang tak dikenal telah mengganggu kontingen negara yang saat itu saya pegang, Vietnam. Tiga hari berturut-turut datang ke Bandara selalu saja menghasilkan kejadian yang “menarik”. Kejadian random itu, sampai mempertemukan saya dengan teman SMP saya, Toni, yang sudah 7 tahun lamanya kami tidak bertemu. *high-five*

Lalu? Hal menarik yang saya dapatkan saat bertugas di Sultan Hotel? — Banyak. Berhubung hotel tersebut dikhususkan untuk cabang olahraga Bola / Football, jadi pemandangan sehari-hari sudah pasti para atlet bola dari ke-sebelas negara yang mengikuti SEAG XXVI. Pernah suatu hari saya hendak turun ke lobby dengan menggunakan lift. Ketika lift terbuka, langsung disambut 3 atlit Filipina yang berdarah campuran Brazil, bertelanjang dada memasuki lift.  — That was really awkward. hahaha. Puncak ke-hectic-an pun terjadi saat tanggal 8 November 2011. PARADE OF CHAOS — Saat itu, 24 orang HQ Staff dari Vietnam tiba di Sultan Hotel namun tidak mendapatkan kamar. Ada sekitar 5 jam lamanya mereka luntang-lantung menunggu kabar baik. Phew! Hasilnya tetap nihil. Alhasil, mereka menginap semalam di Sultan Hotel, di kamar milik delegasi Vietnam yang sebelumnya sudah tiba. Kemudian, esok paginya mereka menginap ke Peninsula.

Kedekatan saya dengan orang Vietnam semakin akrab ketika saya bertemu dengan Team Women’s Futsal Vietnam. Pada tanggal 14 November 2011, mereka tiba di Bandara Soetta dan kemudian menginap di Apt. Puri Cassablanca pukul 18.30. Bukan hal yang aneh kalau saya tidak “kewalahan” mengurusi mereka. Berbeda dengan negara lainnya, Vietnam memang sedikit menarik. Hihi, Rempong bok! haha. Belum lagi bahasa Inggris mereka yang kurang fasih. Pengucapannya pun kadang asing di telinga kita :))

Tapi setelah SEAG berlalu, hingga mengantar mereka pulang ke Airport untuk kembali ke negaranya, saya pun meneteskan air mata. Sedih juga kehilangan teman baru yang hampir 2 minggu lamanya selalu bersama. Apalagi, kenangan itu bertepatan dengan ulang tahun saya pada tanggal 20 November lalu. Saya bersama team futsal cewek Vietnam pergi ke Grand Indonesia untuk jalan-jalan sekaligus makan malam. Ini foto ketika kami selesai makan malam di Duck King, Grand Indonesia:

FYI, walau badan dan wajah mereka yang baby-face kayak anak SMA, ternyata mereka itu umurnya sekitar 25 keatas. Eh, ada satu orang dari mereka yang berumur 20 tahun (cari aja yang mukanya paling tomboy. Yes, she’s a female), dan dia ini naksir sama saya. Sampai-sampai waktu mau pulang, dia memberikan boneka Modi ke saya buat kenang-kenangan. Haha

Tak hanya itu, walau waktu saya kebanyakan mengurusi Women Team Vietnam, tapi saya suka menyempatkan diri bertemu dengan Men Team-nya. Haha, perbedaan mereka pun mencolok. Keliatannya, yang cewek napsu banget mau menang, sedangkan yang cowok? “Masuk ke tahap final aja sudah luar biasa buat kami. Menang kalah di Final itu urusan lain” kata Sergio Gargelli, Pelatih Men Team Futsal Vietnam.

Well, mereka semuanya ngangenin deh. Hehe, selebihnya biar foto aja kali ya yang berbicara. Ini dia koleksi foto-foto saat SEAG XXVI:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: