agastrigi

Dunia Sudah Gila!

In Uncategorized on March 13, 2014 at 2:57 pm

Belakangan ini saya berfikir, sepertinya dunia ini semakin gila. Entah apa yang membuatnya demikian. Apa kehidupan yang serba modern bisa disalahkan karena di sisi lain dapat menciptakan manusia-manusia yang malas dan mengabaikan norma yang ada? Atau karena tata ruang ibukota yang marak dengan kompetisi tidak sehat akan gedung perkantoran dan pertokoan, sementara sedikit sekali taman kota sebagai hiburan dari kemacetan Jakarta?

Pemberitaan di beberapa media massa sepekan ini menyoroti pembunuhan terhadap Ade Sara Angelina Suroto yang dilakukan oleh mantan dan kekasih mantannya. Gila! Agak males sebenarnya bicara mengenai asmara anak belasan tahun dengan tindakan bodoh seperti itu. Tapi cerita ini mempunyai daya pikat sendiri bagi saya setelah tahu, korban adalah anak semata wayang orangtuanya. Dilihat dari persepsi apapun, saya tidak bisa mengerti. Apa yang ada dibenak pelaku ya??

Pertanyaan itu lantas membawa potongan-potongan cerita yang pernah saya dengar sebelumnya menjadi satu..

Cerita pertama, adik teman saya kini duduk di kelas tiga SMP di bilangan Jakarta Selatan. Dia laki-laki. Saya pernah bertanya ke teman saya (perempuan), kenapa diusia adiknya yang menurut saya harus bertahap belajar mandiri itu selalu diantar-jemput olehnya? Dua alasannya, karena dia anak kesayangan dan tidak berani pulang sendiri. Saat itu saya belum bisa memaklumi, karena sejak kelas 4 SD saya sudah belajar naik angkot dan jalan kaki tiap kali berangkat dan pulang dari sekolah.

Cerita kedua, di suatu kelas pendalaman iman, seorang pengajar paruh baya bercerita kepada saya. Ia bilang, hingga saat ini tidak bisa merelakan cucunya yang duduk di SMP untuk pulang sendiri meskipun dekat dengan rumah. Alasannya, tindakan kriminal yang dapat mengancam siapapun dan kapanpun. Saya pun mulai memaklumi..

Dan, cerita ketiganya adalah berita yang selalu disebut asmara berujung maut oleh media ini. Saya kemudian dibuat berfikir, apakah kita harus memproteksi seseorang agar selalu aman (cerita satu)? Lalu, jika tindakan kriminal itu bisa terjadi kapanpun dan dimanapun, bukan kah semua hal itu sia-sia (cerita kedua)? Bahkan seorang yang kerap kali disebut teman dekat pun bisa melakukan pembunuhan berencana (cerita ketiga).

Saya teringat ada salah satu psikolog yang mengatakan bahwa manusia adalah satu-satunya makhluk hidup yang bisa melakukan mass murders atau pembunuhan besar-besaran, tanpa alasan. Makhluk hidup lainnya seperti hewan atau bahkan tumbuhan tidak bisa melakukan hal itu. Hewan pun hanya bisa melakukan serangan atau serangan balik ketika ada sesuatu yang membuat dirinya merasa terancam. Sementara manusia lebih dari itu. Padahal, manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna dan diberikan otak untuk berfikir mana yang baik dan buruk. Namun ketika suatu yang buruk itu dilakukan, manusia bisa menjadikannya sebuah petaka. Itulah yang membedakan manusia dengan hewan.

Namun, kemudian saya dibuat berfikir lagi. Ketika peristiwa keji seperti pembunuhan Ade Sara terjadi, menurut saya manusia menjadi tidak ada bedanya dengan hewan bahkan lebih buruk daripada itu, karena hanya manusia yang bisa melakukan kejahatan tanpa sebuah alasan. Manusia menjadi binatang yang paling buas yang ada di muka bumi ini. Mereka ‘memakan’ segalanya dan terkadang lupa untuk menjaga. Oh please animalize me and save me from this human world!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: