agastrigi

Signs of Pregnancy

In Uncategorized on September 27, 2016 at 2:18 am

Akhirnya, setelah setahun sejak kami menikah di tahun 2015 lalu, doa kami di setiap kesempatan terjawabkan. Puji Tuhan, saya hamil. Rasanya? Campur aduk. Tapi saya bisa definisikan itu adalah ungkapan rasa bahagia yang saya pun tidak bisa menggambarkannya. Waktu satu tahun, mungkin bisa dibilang tidak terlalu lama bagi pasangan muda yang baru menikah dan akhirnya dikaruniai seorang anak. Tapi saya pun sempat mengalami drama di awal karena mengetahui kondisi medis dari dokter kandungan.

Sejak di vonis dokter ada kista ovarium yang berukuran 6 cm, dokter meminta saya untuk operasi (jika ingin segera hamil). Saat itu saya memang datang ke rumah sakit dalam kondisi sedang haid hari kedua (begitu baiknya bila ingin cek rahim). Harusnya, dalam kondisi itu, kista ikut luruh atau hilang dengan sendirinya. Tapi berdasarkan konklusi dokter, karena ukurannya lebih dari yang seharusnya maka kista yang ada di indung telur kiri saya harus diangkat. Jujur, rasanya enggak enak sebagai orang yang jarang sakit tetiba divonis harus operasi gitu. Saya terdiam lama. Sampai akhirnya dokter meminta saya minum obat dulu dengan harapan kista itu bisa mengecil.

Sepulangnya dari rumah sakit, saya langsung mencari informasi dari internet soal kista dan bagaimana pengalaman orang-orang yang survive dalam kondisi ini. Banyak yang mencoba minum daun sirsak sebagai pengobatan herbal. Itu juga yang saya lakukan dan sedikit mengabaikan anjuran dokter untuk kembali mengabarkan progres kondisi saya. Tidak hanya itu, semenjak itu pun saya belajar untuk sabar dan ikhlas. Belajar menikmati hidup dan mulai ajak diri buat santai. Hahaha.. Sebelumnya, memang agak gila di dunia persilatan (read: kerjaan). Saya terkadang ‘memaksa’ diri saya sampai lupa dengan kondisi diri sendiri.

Suami saya pun punya caranya sendiri. Dia dan kakak ipar mengajak saya dan kakak saya untuk liburan bersama ke Semarang. Untuk pertama kalinya kami double date berangkat naik mobil dari Jakarta menuju Semarang. Salah satu tujuan wisata kami adalah Gua Maria Kerep Ambarawa. Selain karena alasan belum pernah kesana, saya punya misi yang berbeda. Ya, apalagi kalau bukan soal momongan. Hihi, tapi permohonan saya pun berbeda dari yang sebelum-sebelumnya. I believe, God has perfect timing.

Alasan saya ke Gua Maria Kerep Ambarawa juga awalnya datang dari seorang teman. Seorang wartawan senior Kompas (Mas Osa) suatu hari menanyakan kabar saya. Tidak seperti biasanya, dia hanya menanyakan soal kehamilan saya padahal waktu itu sudah larut malam. Tahu saya belum juga hamil, dia menyarankan saya untuk ke Gua Maria Kerep, berdoa dan minum air dari mata air disana. Entah kenapa saya merasa ini seperti petunjuk. Tidak ada salahnya apabila saya coba kan?

Setelah tiba kembali di Jakarta, menjalani kehidupan seperti biasanya, di akhir bulan Maret 2016 saya terlambat haid. Selama ini saya selalu tepat waktu bila datang bulan. Tidak ingin kecewa, saya pun memutuskan untuk menunggu seminggu kemudian. Tiga test pack bahkan sudah saya beli untuk meyakinkan diri. Hahaha itu juga karena tidak percaya dengan garis samar yang buat saya ragu. Sampai akhirnya saya menangis haru dalam kamar mandi sembari mengucap syukur. #drama

cymera_20160927_085527

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: