agastrigi

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Obama Speech for Indonesia

In Uncategorized on November 11, 2010 at 2:03 am
That is not to say that Indonesia is without imperfections.  No country is.  But here we can find the ability to bridge divides of race and region and religion — by the ability to see yourself in other people.  As a child of a different race who came here from a distant country, I found this spirit in the greeting that I received upon moving here:  Selamat Datang.  As a Christian visiting a mosque on this visit, I found it in the words of a leader who was asked about my visit and said, “Muslims are also allowed in churches.  We are all God’s followers.”
Advertisements

Attraversiamo!

In Uncategorized on November 3, 2010 at 3:05 pm

Dengan bertuliskan  nama hotel yang kami tempati, si pemilik kaki ini adalah sahabat yang menemani saya menghabiskan waktu di Bandung selama 34 jam. Awalnya kami berniat datang ke sebuah acara festival musik blues yang disponsori oleh suatu pabrik rokok. Namun, dewi fortuna tidak memberikan kesempatan kepada kami untuk datang secara GRATIS. Haha. Sehingga, kami harus menyusun rencana lain. Nggak masalah sih,’ toh kita nggak ngerti blues juga sebenernya..hehe.

Pada awalnya, memang kita hanya ingin ketemuan. Soalnya, hari-hari sebelumnya selalu berakhir dengan kalimat, “Hmm.. next time yah”. Kali ini, hari dimana kita bertekad tidak ada kata BESOK.

Lucunya, apa yang terjadi dengan saya saat ini tidak jauh-jauh dari  apa yang terjadi saat itu 16 Oktober 2010 – 17 Oktober 2010. Sebelum saya cerita lebih jauh ke sesuatu yang kebetulan itu,  pelarian ke Kota Kembang ini membawa banyak pelajaran bagi saya. After all, terimakasih ya Servincia Kamaputri for a lovely random weekend!

***

“Finally Bandung!” begitulah yang terucap dalam hati ketika pandangan mata dari arah  kaca kanan mobil mulai disapa dengan kebun Teh Walini, Bandung. Saya suka kota Bandung. Alasannya cukup simple, udaranya lebih segar dibanding Jakarta. Mungkin karena Bandung jarang ada bus kota dengan asap knalpot yang mengepul. Aduh, kalau kalian pernah ke Terminal blok M, mungkin bernasib sama seperti saya. Menahan nafas lebih baik dibanding harus menghirup asap knalpot yang menyembul dari pintu masuk bus.

Kembali ke topik awal. Ketika di dalam perjalanan ke Bandung, saya menemukan buku ini di balik jok mobil. THE NAKED TRAVELER 2 , karya Trinity. Buku kepunyaan si pemilik sendal ini saya embat hingga ke kamar hotel. Setelah iseng membaca bab pertama buku itu, saya tersenyum melihat tulisan ini, ”When was the last time you did something for the first time?”. Ya, mulailah diri saya bertanya ke diri sendiri seperti itu. Bila itu juga yang nyangkut dikepalamu dan sudah tidak bisa menjawabnya. Berarti jawabannya, kalian harus mulai melakukan sesuatu yang baru (lagi).

Singkat kata, buku ini sangat menarik. Pengalaman menjelajahi dunia bukanlah sekedar mimpi belaka. Jalan-jalan ala backpacker tidak semata-mata hanya pupus ditengah jalan karena masalah faktor U (re: uang). Dari cerita mbak-mbak kantoran yang memiliki passion sebagai backpacker dunia ini, saya jadi tahu lebih banyak, meyakini lebih banyak, dan bermimpi lebih banyak. Toh, ada pepatah mengatakan, “Banyak jalan menuju Roma”. Hihi..

****

Pemilik sepatu ini sangat inspiratif. Melihat isi blognya membuat saya ingin membuat satu posting-an yang sama dengan konsepnya. If you believe that shoes represents people’s character, you must check out her blog.

It’s amazing! http://www.mykindofperson.blogspot.com/

Saya tidak kenal dengannya. Hmm, jika memang dunia itu sempit, mungkin suatu hari nanti saya bisa bicara langsung dengannya, “Hallo Nasta, saya Astri. Bolehkah sepatuku berpose bareng dengan sepatumu?” Hehhe..

Well, dalam salah satu postingannya, Nasta pernah menulis seperti ini, ” Memang sekali-kali kita perlu keluar dari dunia kita dan melakukan hal-hal yang random” Yup. Selama berada di Bandung, saya dan teman saya melakukan hal-hal yang random. Dari hal mencari makan yang berujung dengan menelfon 14022 sampai akhirnya nonton bioskop di sebuah mall yang  kebetulan bersebelahan dengan hotel tempat kami tinggal.

***

EAT, PRAY, LOVE. Yes, sebuah film karya Ryan Murphy ini akhirnya saya tonton juga. Sama seperti orang Indonesia umumnya,  saya pun digeluti rasa penasaran “Seperti apa negara saya di film sekelas Hollywood yang dibintangi oleh Julia Roberts ini?”

Banyak yang bilang, film ini terlalu membosankan. Ya, mungkin karena tidak ada konflik yang berarti yang disajikan di film ini. Ceritanya standar, tentang penemuan-penemuan jati diri dari sebuah perjalanan. Satu yang cukup menarik adalah ketika ia berhasil memaafkan dirinya sendiri, atas beberapa kegagalan yang dihadapi sebelumya, termasuk kegagalan pernikahannya.  Hmm, tentu alasan saya mengatakan film ini adalah cukup baik ternyata dipertanyakan oleh banyak orang.

Saya tidak mau banyak berkomentar mengapa film ini saya anggap bagus. Selain karena faktor kebudayaannya yang menggelitik, film itu sangatlah… saya.

Well, I wanted to share with you 8 little gems I took home from it. These are all lines from the movie that spoke to me for some reason. My thoughts about each are in the italics.

1. “But who for?” “For you, Liz.”. When buying lingerie, you don’t have to buy it for anyone but yourself. Beautiful things can just be for you. It’s okay to enjoy them da sola.

2. “You must select your thoughts for the day like you do your clothes.” Take control of the words you speak to yourself. Choose them as deliberately as you do your pants and shoes.

3. “God dwells within you, as you.”He is not interested in your performance. He would rather you be a second rate version of yourself than a first rate version of somebody else. You do not need to be anything but who you are, for Him to love you.

4. “Even smile in your liver”. Create a practice of happiness deep down into your organs.

5. “The only way to heal is to trust”. And the only way to trust again is to forgive. Forgiveness of self and others is the door through all of our greatest barriers.

6. “Sometimes to loose balance in love is part of living balance in life.” To recite my favorite line from the Moulain Rouge,”The greatest thing we can ever learn is just to love and be loved in return.” And love  requires sacrifice. But knowing who is worthy of that kind of sacrifice is true wisdom.

7. “Go ahead. Run away from me. But you are running away from all the great possibilities of your life.This is not just the words of handsome Javier Bardem in the film… I think God spends a lot of his time saying kind of the same thing to us.

8. “Attraversiamo.” Let’s cross  over. It’s time to take the risks that will grow us into the people we are destined to be.

***

Hmmm, tidak usah nunggu saya sampai colongan curhat, tentu kalian pernah merasakan saat menonton film sambil cengangas-cengenges sendirian karena film itu jadi buat kalian seperti “ngaca”. Haha.. Now, how about you? What are your thoughts about Eat, Pray, Love, the movie or the book?

Setelah petualangan saya dengan pemilik Sendal Hotel ini secara random, besoknya saya mulai menemukan beberapa kebetulan lainnya. Kebetulan – kebetulan itulah yang membuat saya berfikir bahwa, “Everyday may not be a good one, but there is good in every day”.

Karena, hidup itu penuh misteri. Kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi. Yang kita anggap sebagai kemalangan, justru sebaliknya, adalah keberuntungan. In the mean-time, please sit back, relax and enjoy the ride! Attraversiamo!

Everybody is a teacher: DON’T PANIC!

In Uncategorized on October 31, 2010 at 5:29 am

 

~janbk

BEBERAPA hari ini saya memang terlihat tidak bersemangat menjelang akhir bulan. Menatap agenda saya yang saling bertabrakan waktu, membuat saya terpaksa menyusun to-do-list setiap hari dan setiap jam. Mencoba semua peruntungan yang ada, tetapi ujungnya malah nggak mudah dan melelahkan. Bukannya tidak bersyukur, tetapi ada pada suatu titik dimana kita benar-benar merasa berlebihan telah memaksakan diri. Saya lupa limit saya sebagai manusia dan sebagai mahasiswi semester akhir. I feel like I’m forcing myself too hard 😦

Keadaan ini awalnya memang saya rencanakan pada bulan lalu. Saya terlalu banyak main dan mencari kesenangan adalah nama tengah saya. Yang ada, kesenangan ini lambat laun menjadi monoton karena tidak menghasilkan apa-apa. Saya rindu dengan hal-hal baru yang belum pernah saya kerjakan sebelumnya. Sampai pada akhirnya, kesempatan itu datang dengan sendirinya pada awal bulan Agustus. Dan, mulai saat itu motto hidup berubah menjadi, “Work hard, Pray hard”.

This is it! Oktober is the high stake. Itu kalimat yang pernah saya tulis di akun twitter saya pada tanggal 8 Oktober 2010. Nah, dari sekian kegiatan yang harus dilakukan diakhir bulan, tugas kuliah lah yang paling menyita perhatian. Sulitnya ijin karena alasan pekerjaan tidak membuat dosen menjadi luluh dan memberikan kesempatan pada kita begitu saja. Jadi, mau tidak mau ya berkorban waktu sedikit untuk mengikuti kuliah lalu sehabis itu lanjut menjalankan pekerjaan. Mengeluh pun menjadi bentuk helaan nafas panjang yang tak kian berhenti dari mulut saya.

Di kelas mata kuliah Komunikasi Organisasi, saya bertemu dengan orang ini. Mahasiswa angkatan 2009 yang menjadi korban curhatan saya. Setelah panjang lebar bercerita,  dia pun berkata santai seperti ini..

“Kuncinya adalah jangan panik. Kalau lo panik, maka lo nggak bisa fokus ke aktivitas yang lo kerjakan. Sama seperti lo sedang mencari-cari bolpoint untuk menulis, padahal bolpoint itu tepat berada di depan lo. Tapi karena panik, lo nggak melihat keberadaan bolpoint itu. Jadi, jangan panik”.

Benar juga ya, kalau dipikir-pikir kepanikan itu sebenarnya tidak beralasan. Justru hal itu menjadi pertanda bahwa kinerja kerja kita kian melemah karena takut ini dan takut itu. Saya jadi ingat kalimat favorit yang selalu menguatkan saya, “Don’t Panic! Because, most of them are never happened.”

Semua orang pernah merasakan kepanikan. Ya, berdasarkan Kamus Bahasa Indonesia, Panik itu berarti:

bingung, gugup, atau takut dng mendadak (sehingga tidak dapat berpikir dng tenang):

Betapa sering saya “kalah” karena tidak berhasil mengatasi rasa takut. Padahal kalau saja saya bisa mengatasinya , saya bisa jadi pemenang. Seseorang disebut pemenang sejati bukanlah hasil dari pertarungannya melawan musuh, namun justru karena keberhasilannya mengalahkan diri sendiri.

Film ini mengajarkan saya tentang bagaimana mengalahkan ketakutan pada diri sendiri. (Yes, Karate Kid, I’m talking about you). Di film ini, Dre Kecil menolak untuk berakhir di semi final kejuaraan bela diri karena kakinya dihajar secara curang oleh pihak lawan, sedang lawan yang harus dihadapi di final adalah anak yang selama ini ditakuti karena telah menghajarnya berkali-kali dalam kasus bullying. Melihat ia ngotot, Pak Han lalu menanyakan mengapa ia tetap bersikeras mengikuti babak final padahal kalau ia mau berhenti sekarang saja, ia telah kalah terhormat.

Maka jawaban yang tak disangka-sangka keluar dari mulut si kecil, “Karena takut. Saya mau mengatasi rasa takut ini. Saya tidak mau keluar dari pertandingan ini dengan memiliki rasa takut. Apapun hasilnya dari pertandingan ini, saya ingin saya tahu bahwa saya telah mengatasi ketakutan ini.”

Well, semoga kalian yang membaca tulisan ini sudah terbebaskan dari rasa panik yang datang berlebihan. Control your mind, people!

1. bingung, gugup, atau takut dng mendadak (sehingga tidak dapat berpikir dng tenang): dl situasi bagaimanapun kita tidak boleh –;
ke·pa·nik·an n kegugupan (kebingungan dan ketakutan); kecemasan: kebakaran tadi malam sempat menimbulkan ~ di kalangan penduduk

Terlalu banyak. cinta

In Uncategorized on September 23, 2010 at 4:12 pm

ketika kembali menengok ke belakang

dan semuanya telah dilakukan.

apalagi yang tersisa?

semua usaha, semua cerita. sudah.

saat malam menjelang, rasa sepi selalu mulai datang.

saat mata nyalang, pahit pun mulai menyerang.

terlalu banyak rasa yang tersimpan,

cinta yang entah untuk siapa.

ketika melihat diri yang sekarang

dan semua sudah tercicip.

berbagai macam warna pelangi sudah terlalui

tak ada lagi kejutan yang berarti.

saat hati bimbang, semua memori mulai terulang.

saat butuh pegangan, semua gelisah pun meradang.

terlalu penuh hati,

dengan cinta. yang entah, untuk siapa.

memanggil namanya dengan putus asa dalam kubangan rasa rindu

memanggil namanya dengan lirih bak esok tidak lagi melagu

biru. biru karena rasa yang terus menerus ingin keluar.

tapi ini semua cinta. yang entah, untuk siapa.

***

ditulis di suatu malam oleh Mya Santosa.

pembicaraan getir dua orang yang punya terlalu banyak cinta.

yang entah, untuk siapa.

Penang, Bikin Kepalaku Pening

In Uncategorized on September 15, 2010 at 6:51 pm

~salihguler

Skarang, tanggal berapa sih?

Oh, 15 September 2010. Spesial sih tidak ya. Hanya ingin membagi ini sebagai salah satu penipuan yang kerap kali dibicarakan masyarakat.

Awalnya begini, selagi aktivitas kampus sedang diberhentikan aka libur, maka keharusan bangun siang pun tidak boleh dilewatkan. Kemudian, pagi-pagi sekitar pukul 6, ada dua sms dari teman saya, yang isinya adalah pemberitahuan bahwa email hotmail saya di hack orang. Bukannya menganggap ini sepele, tapi saat itu saya sedang dalam kondisi setengah tidak sadar. Maka, saya memutuskan untuk kembali terlelap.

Tiga menit kemudian, ada telefon masuk dari rekan saya di WWF. Karena signal di dalam rumah saya terhambat, maka mau-tidak-mau saya harus bangun dari tempat tidur dan segera menuju ke arah luar agar bisa mendapat signal yang lebih baik. Perkataannya tidak jauh dari isi sms kedua teman saya itu. “Astri, kamu ada di Penang? Ini aku terima email dari kamu dibilangnya kamu di Penang, kehilangan dompet. Dan dia minta kirim uang..” ujarnya lewat pesawat telfon.

Saking paniknya mendengar berita dari Mbak yang satu itu, tentu saya tidak bisa kembali tidur pulas. Niat mau mengecek kondisi email malah batal karena jaringan internet di rumah saya, mati. Dan masih karena kepanikan tersebut, saya akhirnya meminta tolong untuk mengganti password kepada kedua teman yang memberitahukan saya lewat sms diawal cerita. Mereka berusaha semaksimal mungkin namun tetap saja, hasilnya nihil.

Memang tidak seberapa, tapi yang bikin keki adalah email ini sangat penting untuk hal akademis dan pekerjaan saya. Seluruh kontak ada disitu. Dan, metode penipuan ini mengirimkan berita palsu ke seluruh kontak saya. Itu dia yang buat saya rasanya pusing tujuh keliling.

Eh iya, sebagai pelajaran, berikut saya sertakan pula email yang dikirim ke seluruh kontak saya di Hotmail.

How are you doing? hope all is well, I’m very sorry i could not inform you about my trip to penang, Malaysia for a Conference. ..i need a favor from you as soon as you receive this email, kindly get back to me immediately as i am short of cash right now because i misplaced my wallet (where my money and other valuable things were kept) on my way to the hotel  i want you to assist me with a loan urgently.

I will be glad if you could assist me with $840 to sort-out my hotel bills and get myself back home. i will appreciate whatever you can afford to help me out, i will pay you back as soon as i return. kindly let me know if you can be of help? so that i can send you the details. your reply will be greatly appreciated. Thanks


So people, maaf atas pengiriman email atas nama saya Astri Novaria melalui email im_astrii@hotmail.com. Email tersebut di hack oleh seseorang dan mengubah password akun email saya. Sekali lagi, maaf atas ketidaknyamanannya karena pihak tersebut masih mengirimi ke semua kontak saya dan meminta sejumlah uang.

Pesan moralnya, buatlah selalu back-up data dan berhati-hatilah dengan segala hal mengenai identitas anda sekecil apapun itu.

Yuk, belajar memaafkan!

In Uncategorized on September 10, 2010 at 10:14 am

IDUL FITRI. Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu oleh umat muslim ini datang juga. Setelah berhari-hari menahan haus, lapar dan emosi, saat inilah momen yang pas untuk merayakan hari kemenangan yang disertai bermaaf-maafan.

Kata ‘maaf’ tentu akan sering kita dengar pada Hari Raya Idul Fitri. Ketika ucapan “Mohon maaf lahir dan batin” itu datang melalui jejaring sosial secara masal, saya merasa itu hanyalah template. Saya lebih menghargai apabila ucapan maaf itu datang secara personal.  Sebab, suatu kesalahan  baik disangaja maupun tidak tentu sudah menyakiti kita secara pribadi maupun orang yang  pernah kita buat salah tersebut. Dan, untuk kebaikan keduanya, maka maaf menjadi sakral saat momen penyampaiannya.

Itu baru proses penyampaiannya, poin pentingnya setelah meminta maaf adalah memafkan. Walaupun saya tidak merayakan Idul Fitri, namun saya ikut belajar esensi memaafkan di Hari Raya ini. Terlebih, memaafkan diri sendiri. Di bulan baik ini, saya ikut belajar menghilangkan rasa dendam dan rasa benci saya akan beberapa hal. Mencoba memaafkan segala hal yang kontradiksi dengan pikiran dan hati.

Tidak mudah memang menambal luka yang bahkan kita pun tidak tahu sebelah mana yang berlubang.  Inilah yang kemudian menjadi pemberat dari esensi memaafkan. Proses memaafkan itu kemudian selalu saja dikaitkan dengan melupakan. Terutama, bagi mereka yang memiliki ingatan yang baik, tentu sulit baginya melakukan hal yang muluk tersebut.

Kemudian, tengoklah hari ini. Seberapa banyak kesalahan yang sudah kita maupun orang lain perbuat kemudian saling memaafkan untuk kebaikan kita di masa depan?

Pelajaran yang didapat adalah, tidak melihat masa lalu itu sebagai bumerang di masa depan. Memaafkan kesalahan yang terjadi di masa lalu itu sangatlah penting. Mereka atau sesuatu itu pernah ada dalam hidup kamu pasti karena suatu alasan. Forgive everyone and remember, for everything a reason.

Nah, sudah siapkah kamu membuka hati lebar untuk memaafkan? Jika sudah, berarti kamu sudah siap untuk Lebaran!

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H

Mimpi Hari Ini, Untuk Suatu Hari

In Uncategorized on September 8, 2010 at 9:49 am

~momoclax

Malam-malam sebelumnya, saya lewatkan tanpa mimpi. Mungkin karena terlalu lelah di kehidupan nyata karena membagi waktu tidur yang sembarang dalam perjalanan pergi dan pulang kantor. Akibat merasa punya hutang tidur yang belum dibayar, jadilah saya tidur disaat yang tak diduga-duga sekaligus di tempat yang tak terduga. Salah satu keanehannya  yaitu, di busway dalam keadaan berdiri.

Pada prakteknya ternyata lebih menyeramkan dibanding tidur di motor. Tentu saya bukan sebagai pengendara motornya, tapi orang yang duduk di boncengan motor salah seorang tukang ojeg. Ketika rasa kantuk yang tidak bisa dibendung lagi itu datang, keahlian dalam mengunci persendianlah yang saya rasa paling penting untuk diingatkan. Sebab, bahaya akan datang ketika persendian itu mulai kendur dan tubuhmu berhasil membentuk sudut 120 derajat.

Oke, yang paling aman lagi adalah tidur di tempatnya. Apalagi kalau bukan tidur di kasur pribadi yang dilengkapi dengan bantal bulu angsa serta guling yang haus pelukan itu. Tapi kali ini saya tidak mau berbicara tentang mimpi yang sering disebut bunga tidur itu.

Mimpi kali ini adalah suatu gambaran akan pengharapan diri dimana kita senantiasa yang membuat mimpi itu sekaligus merealisasikan mimpi itu jadi kenyataan. Banyak diantara kita yang memiliki sejuta mimpi. Dari yang bisa diwujudkan dalam hitungan jam sampai perlu  usaha bertahun-tahun lamanya. Tapi, diantara sekian orang yang berhasil sukses hanya karena bermimpi.. ternyata ada juga yang takut untuk bermimpi.

Amin, salah seorang pedagang rujak yang sering mangkal di Jatinegara mengaku bahwa dirinya tidak berani untuk punya mimpi. Selama bertahun-tahun harus menghidupi dirinya dengan menjual rujak,  ia sadar bahwa kehidupannya sangat keras untuk dijalani. “Kalau saya bermimpi, saya takut itu terlalu muluk. Saya hanya berusaha menjalankan hari ini dengan baik” ujarnya.

Kembalilah saya berkaca. Apa yang salah hanya dengan bermimpi? Apa dunia ini begitu kejam sehingga rakyat kecil ini harus meneruskan garis kemiskinan yang kita tidak tahu siapa yang menorehkannya?

Berbicara tentang kemiskinan, saya tersentak dengan perkataan salah seorang pengamen jalanan yang berpenampilan seperti rockstar. Mungkin banyak sebagian dari kita takut mempersilahkan kehadiran mereka untuk berdiri di tengah-tengah bus kota sambil berteriak tentang kemiskinan dengan suara parau.

Tapi beginilah negara kita. Mereka lah masalah sekaligus alasan untuk negeri ini supaya bangkit dari kata terpuruk. Dimana kita semua tahu, mereka tak peduli panas terik atau malam mencekam demi sekedar meminta rupiah. Selama perut mereka kosong, otak mereka pun tidak akan pernah berani untuk mewujudkan mimpi. Karena disekitar mereka, masih ada garis maya yang tidak pernah satu orang pun tahu kapan bisa terhapuskan, garis kemiskinan.

Setelah sekitar 10 menit pengamen rockstar itu berceloteh mengomentari ibu pertiwi ini, saya tertegun melihat banyak diantara penumpang bus yang memberinya koin perak dan uang lembaran kepadanya. Dia berhasil mematahkan rasa takut kami yang berada di bus patas AC 34 saat itu. Setidaknya, di otak kami pun mengangguk setuju akan kehadiran dirinya yang mewakili berjuta-juta rakyat kecil sekaligus gambaran kehidupan negeri yang kami sebut Indonesia ini.

Tentu, saya, kamu, kita sebagai warga negara Indonesia pasti memiliki mimpi yang sama untuk negeri yang kita cintai ini. Terlebih diantara kita yang memiliki segalanya yang hanya menjentikan jari untuk menggapai mimpi itu. Sadarilah, bahwa kita memang hidup dibawah langit yang sama. Bersama, kita pasti mampu membawa perubahan sekecil apapun itu menjadi sesuatu yang berguna bagi diri sendiri maupun orang lain.

Jangan pernah patah semangat ya teman-teman. Hidup memang harus diperjuangkan. Siapapun kamu, darimana kamu berasal, tentu kita semua ini punya satu otak yang siap kita bawa kepada kehidupan yang lebih layak. Teruslah berusaha, selama asa belum putus!

Belle and Sebastian

In Uncategorized on August 5, 2010 at 5:20 pm

Belle and Sebastian sukses membuat seluruh penonton pencinta musik indie yang memadati acara ‘Avolution Beatfest’ di Bengkel Night Park, Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (4/8/2010) malam mencapai klimaksnya.

Band indie pop asal Skotlandia ini membawakan 14 lagu. Diantaranya ‘The Boy With the Arab Strap’, ‘Get Me Away from Here I’am Dying’, dan ‘Funny Little Frog. Stuart Murdoch, sang vokalis mampu membuat suasana panggung menjadi hangat disela-sela lagu mereka. Hal tersebut dibuktikannya dengan perbincangannya dengan penonton  menggunakan bahasa Indonesia dan mengajak mereka untuk naik panggung  saat alunan lagu “The Boy With the Arab Strap”. Bahkan sang vokalis tidak ragu untuk turun panggung mengambil wiski yang berada di tengah-tengah penonton.

Band yang beranggotakan Stuart Murdoch (vokal), Stevie Jackson (gitar), Chris Geddes (keyboard), Richard Colburn (drum), Sarah Martin (biola), Mick Cooke (trompet dan bass) dan Bobby Kildes (gitar) itu pun menutup penampilannya di ‘Avolution Beatfast’ dengan lagu menawan.

Selepas dari penampilan mereka di ‘Avolution Beatfast’, Stuart Murdoch dengan diawasi satu pengawas menyempatkan diri untuk memberikan tanda tangan dan foto bersama kepada para fansnya di Indonesia di depan panggung. Great performance Belle and Sebastian and thanks for playing my fave song :DD

Note To Self :

In Uncategorized on July 26, 2010 at 4:35 pm


Untuk Seluruh Anak Indonesia

In Uncategorized on July 24, 2010 at 9:09 am

Photo by ~Kangman

Tanggal 23 Juli kemarin diperingati sebagai Hari Anak Nasional (HAN). Berbanggalah anda yang saat ini masih berstatus sebagai anak. Bagaimana tidak? Hari yang secara sengaja didedikasikan bagi kita, anakanak Indonesia. Anakanak yang akan dan sedang membawa bangsa ini menjadi bangsa yang lebih baik.

Segala yang terjadi di ranah kehidupan masyarakat saat ini sangat meresahkan banyak pihak. Terutama, dampak buruknya bagi anak-anak. Maraknya video mesum yang menampilkan sosok idola mereka hingga kemesraan yang dipertontonkan secara sengaja di hadapan media telah menjadi buah bibir masyarakat dan tak terkecuali anak-anak. Haruskah kita menutup mata mereka untuk hal yang tabu seperti ini?

Televisi itu adalah neraka mini berukuran 14 inchi yang siap mendikte anak-anak untuk bertindak seperti keadaannya dalam dunia penyiaran. Dibalik esensi dan  pesan moral yang bisa diambil, tentu terdapat pula kejahatan, kekerasan, pembunuhan, saling sikut, hingga adegan-adegan dewasa yang ‘mempermanis’ tayangan dunia hiburan kita saat ini. Sesungguhnya, yang perlu kita hadapi saat ini adalah perubahan zaman yang berbeda dari segala bentuk kehidupan.

Dunia anak-anak memang diidentikan dengan dunia bermain. Dan, kita sebagai yang dituakan perlu memperlakukan mereka sebagai anak-anak seusianya bukan sebagai orang dewasa. Tapi kita tidak perlu menutup telinga dan mata mereka rapat-rapat hanya sebagai bentuk kekhawatiran kita akan dampak buruk berita di media yang cenderung negatif tersebut.

Justru sebaliknya, sejak dini mereka harus tahu akan Hitam dan Putih – nya dunia dimana tempat mereka berpijak. Dan disinilah peran orangtua dalam memberikan edukasi kepada mereka tentang ‘kapan dan bagaimana kita harus memperlihatkan kasih sayang, apakah perbuatan itu baik atau buruk’ dsb. Anak tentu akan belajar membentuk pola pikirnya sendiri.

Tak terlepas dari dunia anak-anak, tentu segala kesalahan dan kekeliruan sering pula terjadi. Mereka perlu belajar. Disaat itulah mereka akan belajar untuk jatuh dari ‘luka’ yang kecil sehingga akhirnya mendapat pembelajaran. Mereka bukan sosok yang perlu dimarahi ketika salah. Tetapi disayang dan dibimbing untuk tumbuh menjadi anak-anak yang bisa dibanggakan keluarga dan negara.

Untuk seluruh anak Indonesia, Selamat Hari Anak Nasional!