agastrigi

Archive for July, 2010|Monthly archive page

Kala

In Fiksi on July 27, 2010 at 2:07 am

Photo by ~kehkuansun

Hari itu saya bertemu kembali dengan Pak Tua di pojokan Stasiun Shinobugaoka. Tidak banyak berubah kecuali uban yang semakin banyak di atas kepalanya. Saya menyebutnya pendongeng tua yang mempercayai segala sesuatu bukanlah hanya kebetulan semata. Baginya, gerak-gerik perilaku manusia adalah sebuah ruang kemungkinan yang serba matematis. Dan, manusia merupakan debu diantara ruang dan waktu dengan segala kombinasi tanda yang berpola membentuk sebuah misteri yang berhasil mempertemukan dua insan manusia.

Dia menyebutnya Sang Kala, dewa waktu yang tidak mengenal awal dan akhir. Dia yang mempunyai kuasa untuk mencipta sekaligus menghancurkan. Meniupkan ruh sekaligus mencabut nyawa. Menentukan kedatangan dan kepergian. Perjumpaan dan perpisahan. Kelahiran dan kematian. Barangkali dia adalah satu-satunya dewa purba yang masih hidup dan ditakuti oleh semua orang sampai saat ini. ”Termasuk kita” gumamnya sambil membenarkan letak kacamatanya.

Ada rasa enggan melangkah masuk kedalam kereta yang tiga menit yang lalu menunggu saya. Entah kenapa. Mungkin karena perjalanan ini akan membawa saya pergi bukan pulang.

Semua orang bergerak cepat namun terasa bergerak lambat. Saya tertegun berdiri didepan pintu kereta sambil menyaksikan Pak Tua yang tengah asik dengan catatan pribadinya. Saya terhanyut dalam dongeng yang diceritakannya tentang dimensi waktu dan ruang yang membentuk pola sistematis, yang kita sebut dengan masa lalu dan masa depan.

Dihadapan saya terdapat kereta yang akan membawa saya ke masa depan. Meninggalkan Stasiun Shinobugaoka dengan segala kenangan yang telah terajut bersama benang kehidupan. Jika benar filosofi Pendongeng Tua itu, bahwa segalanya bukan hanya kebetulan, maka tentu ada arti dibalik tanda-tanda yang lahir dari jutaan tanda yang sepintas.

Saya kini melihat diri saya menjelma sebagai Sang Kala. Menentukan kehidupan atau kematian untuk diri saya sendiri. Mengucapkan perpisahan pada orang yang saya cintai yang menjadi separuh dari jiwa saya.

Seorang masinis membunyikan klakson sebagai semboyan kereta akan diberangkatkan. Ia menanyakan kepada kepadaku yang terus berdiri diluar Lokomotif, dan dijawab telah waktunya untuk berangkat.

*Thanks to Mr. Gustaff H. Iskandar for giving me inspiration

Advertisements

Note To Self :

In Uncategorized on July 26, 2010 at 4:35 pm


Untuk Seluruh Anak Indonesia

In Uncategorized on July 24, 2010 at 9:09 am

Photo by ~Kangman

Tanggal 23 Juli kemarin diperingati sebagai Hari Anak Nasional (HAN). Berbanggalah anda yang saat ini masih berstatus sebagai anak. Bagaimana tidak? Hari yang secara sengaja didedikasikan bagi kita, anakanak Indonesia. Anakanak yang akan dan sedang membawa bangsa ini menjadi bangsa yang lebih baik.

Segala yang terjadi di ranah kehidupan masyarakat saat ini sangat meresahkan banyak pihak. Terutama, dampak buruknya bagi anak-anak. Maraknya video mesum yang menampilkan sosok idola mereka hingga kemesraan yang dipertontonkan secara sengaja di hadapan media telah menjadi buah bibir masyarakat dan tak terkecuali anak-anak. Haruskah kita menutup mata mereka untuk hal yang tabu seperti ini?

Televisi itu adalah neraka mini berukuran 14 inchi yang siap mendikte anak-anak untuk bertindak seperti keadaannya dalam dunia penyiaran. Dibalik esensi dan  pesan moral yang bisa diambil, tentu terdapat pula kejahatan, kekerasan, pembunuhan, saling sikut, hingga adegan-adegan dewasa yang ‘mempermanis’ tayangan dunia hiburan kita saat ini. Sesungguhnya, yang perlu kita hadapi saat ini adalah perubahan zaman yang berbeda dari segala bentuk kehidupan.

Dunia anak-anak memang diidentikan dengan dunia bermain. Dan, kita sebagai yang dituakan perlu memperlakukan mereka sebagai anak-anak seusianya bukan sebagai orang dewasa. Tapi kita tidak perlu menutup telinga dan mata mereka rapat-rapat hanya sebagai bentuk kekhawatiran kita akan dampak buruk berita di media yang cenderung negatif tersebut.

Justru sebaliknya, sejak dini mereka harus tahu akan Hitam dan Putih – nya dunia dimana tempat mereka berpijak. Dan disinilah peran orangtua dalam memberikan edukasi kepada mereka tentang ‘kapan dan bagaimana kita harus memperlihatkan kasih sayang, apakah perbuatan itu baik atau buruk’ dsb. Anak tentu akan belajar membentuk pola pikirnya sendiri.

Tak terlepas dari dunia anak-anak, tentu segala kesalahan dan kekeliruan sering pula terjadi. Mereka perlu belajar. Disaat itulah mereka akan belajar untuk jatuh dari ‘luka’ yang kecil sehingga akhirnya mendapat pembelajaran. Mereka bukan sosok yang perlu dimarahi ketika salah. Tetapi disayang dan dibimbing untuk tumbuh menjadi anak-anak yang bisa dibanggakan keluarga dan negara.

Untuk seluruh anak Indonesia, Selamat Hari Anak Nasional!

RE-TWEET

In Uncategorized on July 19, 2010 at 1:57 pm

Bagi pengguna twitter yang bijak, aplikasi RT (Retweet) ini dipakai bukan untuk sembarangan membalas setiap tweet orang. Tetapi bagaimana di dalam 140 karakter tersebut bisa dibaca dengan jelas dan tidak ambigu.  Atau, penggunaan RT bisa digunakan sebagai ajang copy-paste bagi yang hendak mengutip suatu pernyataan dari seseorang. Singkatnya, RT itu hanya untuk pesan yang layak untuk di-share ke khalayak.

Banyak sekali quotation-tweet yang bermunculan di timeline twitter saya. Dari yang cinta-cintaan, kata bijak dari film, para filsuf, orang-orang terkenal, dan masih banyak lagi. Semuanya tak ragu untuk klik “Follow”  dan menikmati setiap update-an terbaru dari mereka. Ajaibnya, dengan susunan kata yang secara apik dibawakan oleh para motivator ini, benar-benar mampu memberi power kepada kita yang membacanya. Sehingga tak jarang, bagi mereka yang merasakan hal yang sama suka melakukan RT (retweet).

Menurut saya, dengan hadirnya Twitter, mereka akan terpancing kreatifitasnya dalam menafsirkan segala hal yang ingin disampaikannya hanya dalam 140 karakter saja. Itu dia tantangannya! Nah, berikut ini adalah tweet-tweet bijak yang dengan random saya temukan di dunia per-twitteran. Hehe, Are you one of them? 🙂

“Pemenang itu berarti positif di setiap waktu, bukan menjadi pasien kambuhan.” – Samuel Mulia, Parodi “Pemenang” Kezia Gabriella A.

“You can always cry on my shoulder. It’s waterproof.”Indra Herlambang

“Karena di atas langit masih ada langit, hr ini kita jago, bsk ada yg lebih jago lg, belajar lah bermain musik bukan utk mengejar pujian” 🙂 BarryLikumahuwa

“Before you do something,put yourself in other’s shoes.predict how they’re gonna feel about what you’re gonna do” #selfremindermysantosa

“Enjoy your life, laugh and love like you never been hurt. Happiness will come to you at the right time. ” Gittayunanda

“Jika hidupmu mulai kacau, artinya kita telah salah menyusun prioritas. Coba renungkan lagi mana yang lebih penting.”JED-ReVoLuTiA

“Fight for your dreams, and your dreams will fight for you”paulocoelho


(VIR.GIN.I.TY)

In Uncategorized on July 18, 2010 at 3:48 pm

“Kamu memandang virginity gimana si?”
“Ah biasa aja…”
“Maksudnya?”
“Yah…dibilang penting ya penting, sebagai tanda dia “menjaga diri”, tapi itupun bukan mutlak. Misalnya dia kecelakaan…atau mungkin diperkosa…atau mungkin dia pernah melakukannya dengan pacarnya……atau janda mungkin? Semua punya pertimbangan…”
“Oh…?”
“Misalnya dia diperkosa, aku anggap dia masih virgin. Well, technically…”
“Trus?”
“Yah kecelakaan…tentu aku juga anggap dia masih virgin.”
“Ok, lalu kalau memang dia pernah melakukannya dengan pacarnya?”
“Melakukan apa?”
“Well, make love… …”
“Say it loud and clear, Dear. Retoris, dia punya niat, dia melakukan, yah, aku anggap udah nggak.”
“Trus pandanganmu kalo udah nggak virgin gimana?”
“Maksudnya? Dalam segi apa?”
“Yah, katakan saja, kamu pacaran sama orang yang sudah nggak virgin…apa bakal kamu putusin? Atau bakal… …apa?”
“Yah, pertama aku tanyain dulu…dia nggak virgin kenapa dan kapan…”
“Kapan?”
“Yah, kapan. Maksudnya apakah dia melakukan itu dengan orang lain saat sudah menjadi pasanganku? Atau sebelum itu? Masalah disini masalah kesetiaan, nothing more or less.”
“Jadi intinya… …kamu tetap pertahankan?”
“Tergantung alasannya, perkosaan, kecelakaan, aku tentu nggak peduli. Kalo dia emang pernah ml sama pacarnya, aku nanya lagi…how often, apakah masih bisa dihitung dengan jari tangan? Aku cuma ingin tahu, dia melakukan karena “harus”, kamu tahu sendiri kadang keadaan memaksa, tidak bisa menolak, terlalu sayang… …atau memang udah habit, setiap pacaran, setiap hari, setiap menit…”
“Jadi, kamu lebih mikirin itu sebagai kebiasaan atau sebagai perbuatan yang pernah dia lakukan?”
“”Itu” apa si?”
“Sex, Honey…”
“Say it loud and clear Dear. It’s me. Bukan hal yang tabu untuk dibicarakan kan? Ya, aku lebih berpikir sex itu sebagai kebiasaannya atau lebih ke perbuatan yang pernah dia lakukan…”
“That’s all?”
“Yup.”
“Gimana tentang kesucian?”
“Hahahaha…! Memangnya aku suci?”
“Well, banyak orang berpikir mereka pantas mendapatkan yang ter-suci”
“Yah, mending ngga’ usah ngomongin orang hehe…”
“Iya…”
“Hun…”
“Hm?”
“Aku…”

November 19, 2007

Hmmm..

In Uncategorized on July 18, 2010 at 3:41 pm

..” Humm adalah sebuah jeda waktu, apakah kata itu sangat intimidatif sehingga mampu membuat otakmu berbalik 180 derajat? aku punya sejuta humm , apakah kamu siap untuk menerimanya? aku bisa sisipkan sedikit coklat campur madu bila kamu mau hingga pusingmu memiliki aroma.. hah wanita, sesulit itukah kamu untuk dipahami?”


Is it?..Haah, pria, sesulit itukah kamu untuk memahami. hmm….